Jumat, 26 November 2010

Waspadai Anak Gemuk dengan Penis Kecil

Masrifah begitu kaget ketika mengetahui anak ketiganya yang berusia 10 tahun ternyata memiliki penis yang kecil. Padahal anaknya Itu akan dlsunat minggu depan."Selama Ini saya pikir ukurannya sudah normal. Temyata sulit dikeluarkan dan tidak bisa dlsunat. Kata dokter, anak saya ini memiliki kelainan mlkropenls karena ukurannya kurang dari 4 sentimeter." ujarnya.

Menurut Dr Rachmat Sentika, spesialis anak dari RS Internasional Bintaro, gangguan mlkropenls makin marak pada anak laki-laki prapubertas sekarang. Ukuran penis makin kecil. Artinya penis anak sekarang tidak berkembang seperti anak zaman dulu. Akibatnya anak susah dlsunat, karena masuk kedalam."Penis tidak menonjol keluar sebagaimana seharusnya. Kalau kita raba ke dalam, kepala penis berada sekitar 1 cm di bawah permukaan kulit. Kalau kulit sekitar penis ditekan, barulah penis kelihatan. Panjangnya hanya sekitar 2 sentimeter padahal umur anak sudah di atas 10 tahun," ujar Rachmat dalam seminar awam Mikropenls di RS Internasional Bintaro, belum lama Ini.

Dijelaskannya, biasanya mlkropenls terjadi pada anak gemuk. Makin gemuk anak, ada kemungkinan makin kecil penlsnya. Ini sangat mengkhawatirkan di masa depan. Karena selama dia gemuk, penis tidak akan tumbuh normal. Sampai dewasa akan tetap kecil.Pada dasarnya penis terbentuk normal tapi hanya ukurannya yang kecil. Rata-rata 90 persen panjang penis bayi baru lahir sekitar 2,4 cm-5,5 cm (0,9-2.2 ind).

Dikatakan Rachmat, pada sebagian anak yang gemuk, terlihat penlsnya lebih kecil. Apalagi dengan adanya lapisan lemak yang tebal, penis seolah-olah tertanam dan tidak terlihat Jelas. Keadaan seperti Itu akan menyulitkan untuk dlsunat. Kalau pun dipaksakan dlsunat, hasilnya tidak memuaskan.Kondisi semacam itu kadangkala menyebabkan buang alr kecil makin sulit dan berpencar. Perasaan punya penis terlalu kecil Juga menyebabkan rasa percaya diri terganggu atau muncul perasaan kurangjantan. Ini dapat mengganggu Jiwa anak sampai dewasa."Maaf, kalau kini ada sebagian orang dewasa mengeluh karena penisnya kecil, hal itu tak dapat diubah lagi. Harus diingat, upaya pengobatan untuk memperbaiki ukuran penis hanya dapat dilakukan sebelum pubertas atau sedapat mungkin sebelum usia 11 atau 12 tahun," Imbuh Rachmat

Seringkali mlkropenls bukan hanya gangguan yang berdiri sendiri. Mlcropenls merupakan gejala awal dari gangguan hormon yang lain, seperti kekurangan hormon pertumbuhan (growth hormone). Ada J uga kelainan genetis yang ditandai dengan mlkropenls, seperti sex ambigu. Saking kecilnya penis, sampai timbul keraguan apakah itu penis atau klitoris, apakah Jenis kelaminnya laki-laki atau perempuan.Mlkropenis Juga bisa merupakan gejala dari KUnefel-ters syndrome, salah satu kelainan kromosom. Testis penderita sindrom Ini tidak bisa berfungsi secara normal dan biasanya kecil dan keras. Padahal untuk bisa berproduksi, testis harus normal agar bisa memproduksi hormon testosteron dan untuk spermatogenesls. Akibatnya, penderita kemungkinan akan mandul.

Sumber : http://bataviase.co.id/node/104622

Tidak ada komentar:

Posting Komentar